FEEL THE RAIN
[Prolog]
Author : VhiN
Main Cast : Chi (OC) , Jung Kyu
(OC)
Rate : PG 13
Genre : Life
Length : Series Fic
Hujan membasahi
tanah, matahari kini benar-benar tak memberikan sinarnya ke dunia. Dari
kejauhan terlihat seorang yeoja berdiri dengan memegang sebuah payung. Menatap
lurus menembus kaca toko piano, mendengarkan nada-nada dari tuts piano di
antara rintik hujan.
Seorang namja di
dalam toko itu sedang memainkan sebuah piano. Rambut pendek berwarna cokelat,
dengan senyuman. Matanya tetutup agar ia dapat meresapi nada-nada yang
terdengar melantun indah di benaknya. 1 lagu telah selesai di mainkannya. Ia
berhenti sebentar untuk mengambil minuman, namun matanya terpaku pada seorang
yeoja yang berdiri di depan toko. Ia membuka pintu, dan tersenyum melihat yeoja
itu.
“Kenapa kau berdiri di situ? Kajja!
Masuk!” katanya pada yeoja itu.
“Ah… mianhae, aku hanya berhenti
sembentar. Jangan perdulikan aku” kata yeoja itu salah tingkah.
“Masuklah… di luar dingin!” kata namja
itu menarik tangan yeoja di hadapannya.
Namja
itu berjalan ke arah piano yang tadi di mainkannya. Ia meisyaratkan yeoja itu
untuk duduk di sebuah kursi. Yeoja itu menutup payungnya dan duduk.
“Ini ambil! Aku baru membelinya di
supermarket sebelum datang ke sini” kata namja itu memberikan sebuah minuman
untuk yeoja itu.
“Gumawo” kata yeoja itu mengambil
minuman.
“Ireumen meoni? (*siapa namamu?)” Tanya namja itu sambil duduk di sebelahnya.
“ah! Ne… je ireumeun Choi Hye il imnida…” kata yeoja itu
memperkenalkan diri.
“ Park Jung Kyu imnida… mannaseo bagapseumnida hye il_sii”
kata namja itu tersenyum.
“mannaseo bagapseumnida… mm.. mianhaeyo, bisa panggil aku Chi
saja. Rasanya sedikit aneh kalau dengar nama asliku” kata Chi malu.
“haha waeyo? Namamu bagus…” canda Jung Kyu
“Gumawoyo” balas Chi
“ah ya… kenapa pakaianmu rapi? Mau pergi ke mana?” Tanya Jung
Kyu heran
“Ah!! Aigoo~ aku lupa! Hari ini hari peringatan kematian
kakekku… paboyaa~ kenapa bisa lupa! Gumawoyo Jung Kyu_sii atas minuman dan
mengingatkanku tentang tujuanku! Annyeonghigyeseyo” kata Chi menunduk pada Jung
Kyu.
“Ne, gwaenchanayo! Tto mannayo, ehm?” katanya tersenyum
“annyeong!” sahutnya kembali.
Chi berlari
dengan setel jaket hitam kesayangannya. Membawa sebuah bunga kristant kesukaan
dirinya dan kakeknya. Rambut panjangnya melambai dari kejauhan. Jung Kyu
tersenyum melihat little yeoja itu. Ia terlihat begitu kekanak-kanakan, ia
terlihat begitu ceria tapi di sisi lain, ia terlihat begitu dewasa.
3 hari
setelah Jung Kyu dan Chi bertemu. 14 februari, hujan kembali membasahi jalanan.
Chi baru saja selesai mengantar tugas dan bergegas pulang ke rumah. Ia sedikit
berlari agar cepat sampai di rumah, tapi langkahnya terhenti saat nada yang di
dengarkannya 3 hari yang lalu terdengar kembali olehnya. Ia melihat siapa yang
memainkan piano di dalam toko itu, dan… tidak salah lagi, Jung Kyu telah di
sana, duduk seperti 3 hari yang lalu. Hanya pakaian dan rambutnya yang basah
saja yang berbeda. Chi masuk ke toko.
“annyeonghaseyo Jung Kyu_sii” katanya menyapa Jung Kyu.
“Chi??” permainan piano na terhenti saat ia berbalik melihat
yeoja di belakangnya.
“Waeyo? Kenapa berhenti… main saja! Aku hanya mau
mendengarnya sebentar” kata Chi tersenyum
Jung Kyu
mengangguk pelan. Dan kembali memainkan lagu itu, lagu yang di buatnya sendiri.
Hanya nada-nada tuts yang bergema di seluruh ruangan hingga akhir lagu.
“lagu itu..” kata Chi
“aku yang buat! Judulnya Rainny” kata Jung Kyu
“apa sudah ada liriknya?” Tanya Chi
“belum… aku belum dapat inspirasi untuk liriknya” kata Jung
Kyu
“Ah!! Kau! Masih SMP?” Tanya Jung Kyu terkejut melihat
seragam Chi.
“Ah ne… Waeyo?” Tanya Chi heran
“Aku kira kau saumuran denganku… mulai sekarang panggil aku ‘oppa’. Ne yo
dongsaeng?” katanya bergurau pada Chi
“haha.. ne haraboji” balas gurau Chi
“hei! Panggil oppa! Bukan haraboji!” kata Jung Kyu.
“ne..ne.. oppa!” kata Chi
Hari demi
hari Jung Kyu dan Chi semakin akrab. Dan tanggal hari ini sudah menunjukkan
angka 11 mei. Jung Kyu tersenyum melihat kalender di kamarnya. Ia meraih tasnya
dan keluar dari kamar. Ia pergi ke sebuah toko mainan. Diantara beberapa
boneka, ia berhenti di sebuah meja. Di lihatnya sebuah kotak musik berbentuk
piano.
Ia tersenyum ketika melihat sebuah benda
yang berada di sebelah kotak musik. Ia mengambil itu dan membelinya.
Di ujung
jalan, Chi melihat Jung Kyu berada di toko mainan. Ia melihat Jung Kyu
tersenyum melihat kotak musik di hadapannya.
“Kenapa oppa di situ?” Tanya Chi dalam hati
Ia melihat
Jung Kyu keluar dari toko, Chi ingin memanggilnya. Tapi tiba-tiba seorang yeoja
menghampirinya, Chi lihat ada sebuah kado yang di sembunyikan di balik punggung
Jung Kyu.
“Oppa punya yeoja chingu? Huft… kenapa gak kasih tau aku… sepertinya itu kado untuk yeoja itu” kata Chi kesal.
“Oppa punya yeoja chingu? Huft… kenapa gak kasih tau aku… sepertinya itu kado untuk yeoja itu” kata Chi kesal.
Setelah Jung
Kyu dan yeoja itu pergi, Chi pergi ke toko mainan itu. Di lihatnya sebuah kotak
musik berbentuk piano. Ia mengambil kotak musik itu dan berjalan ke arah kasir.
Ia akan berikan kotak musik itu besok.
#Esok harinya
Chi berlari
keluar gerbang sekolah. Bergegas menuju toko piano tempat Jung Kyu dan ia
bertemu. Tapi, ia tidak ada di sana.
“Kemana oppa pergi?” Tanya Chi dalam hati.
Ia melihat
seseorang di antara piano-piano itu, orang itu sedang membersihkan beberapa
piano di sana. Chi mendekatinya dan berkata.
“Anyeonghaesyo haraboji… apa Jung Kyu oppa belum datang?”
“ah… annyeonghaseyo… Jung Kyu dari kemarin tidak ada datang
ke sini” jawab haraboji itu
“apa haraboji tahu dia dimana?” Tanya Chi kembali
“mianhaeyo agasshi… aku tak tahu” Jawab haraboji itu kembali.
“ah.. ne… gumawoyo haraboji, aku akan datang lagi besok.
Annyeonghaseyo” kata Chi
Sudah 2 hari
Jung Kyu tidak berkerja. Jung Kyu menghilang tanpa jejak. Chi mencoba
menghubungi ke handphonenya. Melalui Facebook miliknya, Cyworldnya, hingga grup
miliknya dan Jung Kyu. Tapi tetap tidak ada tanda-tanda Jung Kyu ada.
13 mei, Chi
kembali ke toko piano itu, haraboji itu duduk sendiri sambil menangis. Chi
terkejut dan berlari menghampiri haraboji itu.
“waeyo haraboji? Kenapa haraboji menangis?” Tanya Chi heran
“waeyo haraboji? Kenapa haraboji menangis?” Tanya Chi heran
“agasshi…. Agasshi.. Jung Kyu_sii… Jung Kyu_sii.. sudah
menginggal. Segera kau ke RS” katanya dalam isak tangisnya
“Mwoyo??? Haraboji! Jangan berbohong!” kata Chi yang telah
meneteskan air matanya.
Chi berlari
ke luar toko. Hujan hari ini benar-benar lebat.
Seperti pertama kali Chi dan Jung Kyu bertemu. Tidak… tidak mungkin Jung
Kyu telah tiada… Jung Kyu masih akan memainkan pianonya.
Chi tiba di RS. Ia berlari sekuat tenaga, hingga di lihatnya
yeoja yang 3 hari lalu bersama Jung Kyu. Ia menarik tangan yeoja itu.
“Di mana Oppa!” Tanya Chi sambil menangis.
Yeoja itu
hanya terus menangis sambil menggelengkan kepalanya. Chi melihat ke dalam, di
lihatnya karangan bunga sudah menghiasi foto Jung Kyu. Ia kini tak bertenaga
lagi. Air matanya mengalir, menyebut nama Jung Kyu.Yeoja itu mendekatinya,
memeluknya agar Chi tenang.
“Apa kau yang bernama Chi?” Tanya seorang namja
“ne..” jawab Chi dalam isak tangisnya.
“Jung Kyu menitipkan kotak ini padaku, ia bilang ini untukmu”
kata namja itu memberikan kotak berwarna putih
“gumawo” balas Chi
“Jung Kyu tak ingin kau tahu bahwa ia sedang sakit. 3 hari
ini ia di rawat. Mianhaeyo, ini permintaan Jung Kyu” kata Yeoja itu
“ Gwenchana…” kata Chi sambil berjalan ke arah foto Jung Kyu
“Oppa… gumawoyo! Waktu bersamamu benar-benar menyenangkan…
walau singkat, kau tetap oppa terbaikku! Aku memang tak memiliki saudara, dan
saat ada oppa, aq merasa memiliki oppa… gumawoyo” kat Chi sambil tersenyum
walau air mata masih menetes dari matanya.
“Ini kotak musik piano yang oppa lihat kemarin!” sambungnya
kemabali. Ia membungkuk dan memutar skrup kotak musik itu.
Nada yang
indah keluar dari kotak musik itu. Bergema ke seluruh ruangan. Semua mata
memandang ke arah Chi. Chi tak perduli apa yang di katakan mereka. Ia hanya
ingin oppanya mendengar suara kotak musik itu untuk pertama dan terakhir
kalinya. Semua teman Jung Kyu ikut duduk mendengarkan nada-nada itu. Yeoja itu
duduk di samping Chi dan berkata.
“Ia pasti tersenyum mendengarkannya” kata Yeoja itu.
Chi
mengangguk pelan. Setelah kotak musik itu berhenti berbunyi, Chi menutupnya
kembali dan memasukkannya ke dalam tasnya.
Ia pamit untuk pulang ke rumah. Sambil membawa kotak pemberian Jung Kyu.
Chi terus berjalan. Hingga stasiun kereta api. Ia duduk di kursi paling ujung.
Jauh dari keramaian. Ia membuka kotak pemberian oppanya.
Di dalamnya
ada sebuah kado, beberapa surat, beberapa foto, sebuah buku lagu dan bunga
krisan. Chi pernah berkata bahwa bunga krisan adalah bunga kesukaannya. Jung
Kyu juga senang melihat bunga itu. Kado itu terbungkus rapi dengan pita hijau
kesukaan Chi. Kado yang di lihatnya 3 hari lalu di tangan Jung Kyu. Itu kado
untuknya, bukan untuk yeoja itu. Ia menangis melihat itu, di bukanya sebuah
surat.
For
: my little dongsaeng Chi…
Mianhae saeng, saat kau membaca ini mungkin aku sudah tak dapat kau
lihat lagi, tapi percaya aku akan selalu di sampingmu.
Aku ingin selalu hadir untukmu, tapi sepertinya aku hanya seperti
kupu-kupu yang hanya hinggap di bunga krisan sepertimu. Maafkan oppamu ini,
bahkan saat kau nanti berusia 15 tahun oppa tidak dapat merayakannya
bersamamu. Kado itu milikmu, benda di dalamnya bisa membuatku teriang
dirimu. Siapapun yang melihatnya aku yakin ia akan berpikir benda itu mirip
denganmu.
Bunga krisan itu mungkin sudah layu, tapi percayalah! Setelah 1
bunga layu, berikutnya aka nada bunga baru. Akupun ingin seperti itu. Walau
aku telah tidak berada di sampingmu saat ini, percayalah akan ad pengganti
diriku…
Gumawo atas hari-hari yang menyenangkan ini. Bahkan di saat
terakhirku aku masih ingat yeoja dihadapanku berrambut panjang, senyum yang
terhias indah, dan baju biru… Foto dirimu yang terakhir ku ambil dari
kameraku. Jangan menangis! Aku tak akan jauh darimu.
Kau pasti bisa tanpaku! Ne?? Fighting my little saeng p(^O^)q
Don’t
forget me… I always stay with you~
Jung Kyu~ OPPA
|
Chi menangis
melihat surat itu. Ia mengeluarkan sebuah gunting di dalam tasnya. Lalu
memotong rambut panjangnya.
“Lihat! Aku memotong rambutku oppa! Jadi tunggu aku hingga rambutku panjang! Stay here oppaaaa….” Katanya kembali menangis
“Lihat! Aku memotong rambutku oppa! Jadi tunggu aku hingga rambutku panjang! Stay here oppaaaa….” Katanya kembali menangis
Chi membuaka
kado itu, di lihatnya sebuah bola transparan. Bola dengan ekspresi smile, ia
menangis. Rambut yang di potongnya memenuhi kotak, menutupi bunga Krisan. Chi
menunduk dan melihat beberapa foto dirinya dan foto terakhir Jung Kyu yang di
foto Chi saat mereka sedang memesan
makanan. Lalu buku lagu, lagu yang telah selesai ditulis liriknya. Rainny… lagu
kesukaan Chi kini sudah selesai. Dibawah lagu itu ada nama Chi, mungkinkah itu
untuk Chi?
Hujan masih saja membasahi dunia, seakan ia mengantarkan
kepergian Jung Kyu. Jung Kyu yang selalu tersenyum, pemain piano terhebat bagi
Chi, maniak tas transparan, Oppa terbaik bagi Chi…
Di kejauhan
seorang namja memegang 2 buah minuman, ia melihat seorang Yeoja duduk sendiri
di ujung sana.
“Kelihatannya yeoja itu menangis…” katanya
Ia berjalan
menghampiri yeoja itu, berdiri di sampingnya. Tapi sepertinya yeoja itu tidak
memperhatikannya. Ia memberikan salah satu minuman yang tadi di belinya pada
yeoja itu. Yeoja itu melihatnya.
“Minumlah…” kata namja itu
Chi hanya
menangguk pelan, dan meminumnya untuk menghargai namja di sampingnya itu. Namja
itu membersihkan rambutnya dan mentutup kotak milik Jung Kyu. Ia menuntun Chi
masuk ke Kereta.
Siapa namja itu?
Apa benar itu pengganti Jung Kyu seperti yang di katakan Jung
Kyu?
Apa yang sebenarnya penyakit yang di derita Jung Kyu?
Bagaiman Chi yang terpukul akan kematian Jung Kyu?
Akankah Chi ikut menyusul Jung Kyu?



