Search This Blog

Sunday, October 7, 2012

[FF : One Shoot] ONLY 4 U


 
ONLY 4 U
Author : VhiN
Main Cast : Kim Yoon Hyun (GP Basic), Jeong Hye Sun (GP Basic), Youngmin (Boyfriend), Kwangmin (Boyfriend),
Support Cast : Jeongmin (Boyfriend), Donghyun (Boyfriend), HyunSeong (Boyfriend), Minwoo (Boyfriend)
Rate : PG 13
Genre : Sad, Life, Little Romace
Length : One Shoot


*Kim Yoon Hyun P.O.V

“Kya!!! YoungMin_sunbae!!” teriak yeoja di dekatku
“KwangMin!!” teriak yeoja yang lain
“MINWOO!!!” teriak seorang yeoja lebih keras
“DONGHYUN! JEONGMIN! HYUNSONG!!” teriak kumpulan yeoja di ujung sana

            Aish~ mereka benar-benar beirisik! Ini dia orang-orang yang membuat mereka berteriak seperti itu di sekolah, boyband terkenal… BOYFRIEND! Mereka adalah sunbaeku di sekolah. Yah.. kebanyakan fans akan bilang kalau aku beruntung bisa satu sekolah dengan mereka, tapi untukku satu sekolah dengan mereka membuatku pusing! Setiap hari kejadian seperti ini selalu berulang.

“Annyeong Hyun_ah!” kata Hye Sun padaku
“Annyeong…” balasku
“Wae?? Boyfriend lagi?” tanya Hye Sun yang melihatku sedang cemberut
“Ne… aish~ kenapa mereka bisa seheboh ini!” keluhku
“haha… belum juga setahun kita di sini! Sabar donk… kan lumayan tiap hari liat artis!” kata Hye Sun sambil menyikut ku

            Aku benar-benar tak menyukai mereka! Menurutku di sekolah, status siswa tetaplah sama! Tapi mereka selalu dapat tempat khusus. Saat makan siang mereka selalu di utamakan, mereka boleh tidak mengikuti kegiatan ekskul di sekolah, tidak mengikuti pelajaran olahraga, dan masih banyak lagi.

“Hyun_ah! Ayo temani aku ke perpustakaan!!” kata Hye Sun menarik tangan ku
“Mwo???! Tumben kau pergi ke sana!” kataku
“Sudah! Temani aku!” Hye Sun mendorongku menuju arah perpustakaan

            Kami memasuki perpustakaan. Ada apa ini? Perpustakaan benar-benar sepi! Apa karena ini jam pelajaran terakhir? Kami beruntung guru yang masuk pelajaran terakhir sedang sakit. Hye Sun menarik sebuah buku di rak. Sepertinya buku yang sulit. Aku tak begitu suka membaca, dan aku di sini hanya untuk Hye Sun.

“Aku beli minuman sebentar yah! Tunggu di sini!” kata Hye Sun berlari menuju pintu

            Aku hanya diam sambil menunggunya kembali. Dia benar-benar lama! Aku bosan hanya duduk di sini! Aku berjalan melihat-lihat buku di rak. Mataku terhenti di sebuah buku ‘GET YOUR DREAM’ aku mengambilnya tapi…
“AH!” kata seorang namja yang memegang tanganku
            Aku diam sejenak, ku perhatikan wajahnya. Sepertinya muka ini tak asing denganku, siapa? AH!! YONGMIN! Aku menarik tanganku, buku itu terjatuh tepat diantara kaki kami.
Ia melihatku, aku menatapnya sinis. Youngmin salah satu member Boyfriend yang paling sering ku temui saat rapat komite kelas.
“Yoon Hyun_sii?” panggilnya
            Aku mengalihkan pandanganku darinya. Aku berniat melarikan diri darinya. Tapi ia menarik tanganku. Aku terjatuh! Dan aku menatapnya sinis.
“KENAPA KAU MENARIKKU!” kesalku
“Mianhae Yoon Hyun_sii! Ayo bangun!” katanya sambil mengulurkan tangannya padaku.
“Aku tak butuh bantuanmu!” aku menepis tangannya
“Kenapa kau begitu padaku!” katanya
            Aku menatapnya sinis, lalu berdiri dan meninggalkannya. Tapi ia berlari mengejarku, sekarang ia sudah menghadapku. Menghalangiku untuk keluar dari pintu yang berada di belakangnya.
“Kenapa kau menghidariku?” tanya Yongmin padaku
“KARNA KAU PEMBUNUH! KAU MEMBUNUH KAKAKKU!” Teriakku padanya.
            Aku mendorong tubuhnya. Ia terjatuh. Hye Sun melihatku heran. Air mataku mengalir begitu saja. Ia memelukku, aku benar-benar tak ingin melihat Yongmin! Ia adalah mantan kekasih kakakku. Dan karena semua Fansnya, kakakku di intimidasi hingga ia di tembak seorang fans. Fans itu memang masuk penjara, tapi itu tetap tidak membuat kakakku kembali!
            Semua ini  karena Yongmin! Karena dia, kakakku melewatkan harinya dengan di intimidasi oleh fans Yongmin! Karena Yongmin sekarang kakak yang ku sayangi sudah tidak bersamaku.

*Youngmin P.O.V

“Kenapa kau menghidariku?” tanyaku pada Yoon Hyun
“KARNA KAU PEMBUNUH! KAU MEMBUNUH KAKAKKU!” Teriaknya.
            Ia mendorong tubuhku dan aku terjatuh. Apa yang dia katakan? Membunuh kakaknya?
Kim Yoona?? Membunuh? Apa Yoona telah meninggal? Pikiran ku benar-benar kacau! Apa yang di katakan Yoon Hyun_sii?

“Yongmin_ah!” panggil Kwangmin padaku
“Mwoyo??” Kwangmin mendekatkan wajahnya padaku.
“Kwangmin_ah, kau tau Yoona-ah bukan?” tanyaku
“SURE! Tapi aku sudah tak melihatnya lagi… Mwoyo?” tanya Kwangmin heran.
“Yoon Hyun_sii tadi katakan padaku Yoona-ah telah meninggal” kataku pada Kwangmin.
“MWO??” mata Kwangmin membesar.
“Aish~ Ottokhee!!!???” aku mengacak rambutku.
“Tadi kau bilang Yoon Hyun_sii yang mengatakannya? Jadi dia itu yang adik Yoona-ah?” tanya Kwangmin padaku.
“Ne…” jawabku.
“Ayo buktikan! Sebentar lagi waktunya pulang. Kita ikuti dia!” kata Kwangmin menyarankan.



>>SKIP<<

~Bel~ Waktunya pulang…

            Aku dan Kwangmin sekarang berada di belakang tembok, melihat Yoon Hyun_sii yang sedang mengambil barang di lokernya. Ku lihat Hye Sun_sii merangkul tangan Yoon Hyun_sii, apa mereka pulang bersama? Kami mengikuti mereka hingga gerbang sekolah. Hye Sun_sii melambaikan tangan pada Yoon Hyun_sii, sepertinya arah pulang mereka berbeda. Kami kembali mengikuti Yoon Hyun_sii dengan penyamaran yang lengkap. Karena salah sedikit saja orang lain akan mengenali kami dan akibatnya kami bisa dipanggil penguntit!
            Aku melihatnya masuk ke sebuah toko bunga, tak lama kemudian ia membawa sebuah buklet bunga. Ia berjalan terus ke arah… arah pemakaman! Apa benar yang di katakannya?
Aku dan Kwangmin mengikutinya, mendaki perbukitan. Lalu ia berdiri di depan sebuah makam di dekat pohon rindang. Aku mendengar yang dikatakannya.
“Eouni… Annyeong! Aku bawa bunga kesukaan eouni…” katanya

“Hei! Youngmin_ah!! apa itu makam Yoona-ah?” bisik Kwangmin.
“Hya! mana aku tahu! aku kan belum melihatnya!” jawabku.

“Eouni… tadi aku bertemu Youngmin_sii di perpustakaan. Mianhaeyo eouni… hiks… Jongmal mianhaeyo… hiks..hiks..” ia menangis sendiri.
“Mianhaeyo eouni! Aku sudah membentaknya… Saat melihatnya aku selalu Teeingat eouni…”

“Hya!Hya!! Dia menangis!! Huaaaa… Aku baru tahu! Ternyata yeoja dingin itu punya perasaan!” kata Kwangmin POLOS
“Hoi! Kau ini! Keadaan seperti ini kau malah berpikir seperti itu!” kesalku.
“Yoon Hyun_sii….” panggil ku yang sudah pergi meninggalkan Kwangmin di belakang.

            Ia berbalik melihatku. Sepertinya ia sedikit terkejut dan buru-buru menghapus air matanya. Dan berkata.
“Kau mau apa ke sini!?” tanya Yoon Hyun_sii
            Aku tak mengheraninya saat aku lihat batu nisan bertuliskan nama Yoona. Aku mendekati makam itu, nama Yoona terukir indah di batu nisan. Aku terduduk tak bertenaga lagi, air mataku kini sudah keluar. Yoona… kenapa? Bahkan aku tak tahu kau sudah lama pergi…

“Pergi kau! Jangan ganggu Yoona Eouni lagi! Cukup saat ia hidup kau buat tersiksa!” kata Yoon Hyun mendorongku.
“Youngmin_ah! Kajja! Ayo kita pergi…” Kwangmin membantuku berdiri.

            Aku melihat Yoon Hyun duduk di hadapan makam Yoona_ah. Ia terus menangis hingga kami menuruni bukit.

*Yoon Hyun P.O.V

            Aku menangis di makam eouni. Youngmin dan Kwangmin sudah meninggalkanku, aku benar-benar merasa bersalah telah mengusir Youngmin yang eouni cintai pergi dari makamnya. Tapi aku tak bisa berpikir saat aku melihat Youngmin! Youngmin yang sudah membuat eouniku pergi untuk selamanya.
            Aku berjalan lemah menuju rumah. Hari ini aku benar-benar lelah, pikiranku hanya terbayang senyuman Yoona eouni saat membicarakan Youngmin. Eouni yang ku sayangi, tak pernah terpikir olehku bahwa Youngmin yang di cintainya akan membuatnya meninggalkan kami semua.

“Yoon Hyun-ah! Eouma tadi membersihkan barang milik Yoona… Eouma menemukan ini, 2 buah kotak… Kotak yang di atas bertuliskan namamu, dan yang satu lagi Youngmin” kata Eouma sambil memberika 2 buah kotak besar padaku.
“Gumawo eouma… Aku akan membukanya di kamar.

            Aku hanya meletakkan kotak itu di atas meja belajarku. Aku tak ingin membukanya. Dan satu lagi, kotak untuk Youngmin! Aish~ eouni.. Haruskah aku memberikannya besok pada Youngmin!??

>>SKIP<<

            Pagi telah datang, aku meraih tasku di atas meja belajarku. Ku lihat kotak yang eouni miliki berwarna hitam dengan nama Yongmin di atasnya. Aku membawanya turun ke meja makan. Aku sarapan bersama keluarga kecilku, tanpa eouni…
“Aku berangkat!” kataku meraih tas dan kotak hitam itu.

“Annyeong Yoon Hyun_ah!!! Sudah kau berikan bunganya pada Yoona eouni??” tanya Hye Sun padaku
“Ne..” aku tersenyum
“Itu kotak apa? MWO?? Ada nama Youngmin!” pekiknya.
“Ini punya eouni, kata eouma mungkin isinya ada yang bersangkutan dengan Youngmin… Jadi aku di suruh untuk memberikannya.” Jelasku
“Mau ku temani?? Nanti ada perang lagi kalau kau hanya sendiri…” katanya tersenyum
“Ne.. Aku juga malas ke SARANG Boyfriend sendirian” balasku.
“Kalau gitu entar istirahat aja! Mereka pasti di kantin!” katanya.

>>SKIP<<

“Yongmin… Ini dari Yoona eouni, sepertinya untukmu!” kataku menyerahkan kotak itu pada Youngmin
“Untukku?” tanya Youngmin heran.
“Buka!!!” pekik Minwoo

            Ia membuka kotak itu. Ku lihat banyak surat terikat pita merah…. Kira-kira ada sekitar 20 surat, dan beberapa kado. Ia kelihatan kaget melihatnya, dan buru-buru menutupnya.
“MWO???” tanya Donghyun
“Ah~ Annio… Aku tak ingin membongkarnya di sini…” Ia melihat ke arahku
“Aku hanya memberikan itu!” kataku

            Lalu aku pergi bersama Hye Sun ke ujung kantin untuk membeli beberapa roti.


*Kwangmin P.O.V

            Setelah memberikan kotak besar itu pada Youngmin, Yoon Hyun pergi bersama sahabatnya. Ku lihat raut muka Youngmin berubah. Aku penasaran apa yang terjadi dengan surat-surat dan kado-kado itu. Aku menarik Youngmin ke toilet, dengan sigap ia menarik kotak itu persis seperti dugaanku.

“Youngmin_ah! Apa yang sebenarnya terjadi?” tanyaku saat di toilet.
“Kwangmin_ah… Surat dan kado-kado ini… Aku selalu menitipkannya pada Yoona_ah! Tapi ternyata selama ini ia tak mengirimkannya pada yeoja itu! Aish~” kesalnya

            Aku melihat beberapa surat itu, aku hanya tersenyum saat melihat nama penerimanya. Aku melihat Youngmin, mukanya memerah! Aku melihat sebuah surat yang beruliskan ‘For YOUNGMIN! namja pabo!’. Aku tertawa melihatnya, Youngmin menarik surat itu dan membukanya. Ia membaca surat itu, perlahan raut mukanya berubah menjadi sedih. Tapi saat ia membaca kalimat terakhir dari surat itu ia tersenyum. Ia memberikannya padaku, aku mulai membacanya. Dan aku ikut tersenyum bersamanya.

*Hye Sun P.O.V

            Aku melihat Yoon Hyun hari ini tidak seperti biasanya, ia bisa berbuat baik pada Youngmin, apa mungkin ia sudah bisa merelakan Yoona eouni pergi? Jika itu benar, aku ikut senang… Ku harap Yoon Hyun yang dulu semangat dance kembali. Aku benar-benar merindukan dirinya yang dulu. Dulu kami sempat membuat grup dance bersama eouni… Tapi saat eouni telah tiada, kegiatan itu menghilang begitu saja seperti ia pergi bersama eouni…

“Kau bilang ada satu kotak lagi untukmu? Isinya apa?” tanyaku
“Ne.. Aku tak tahu isinya apa, aku belum membukanya” jawabnya
“Kenapa tak kau buka? Eouni menginggalkan itu mungkin ada pesan untukmu!” kataku
“Nanti saja…” jawabnya lemas
“Ya sudah… Eh, kau mau menemani ku membeli album baru SHINee ga?” kataku mengalihkan pembicaraan
“Ne.. Aku juga ingin melihat CD..” katanya tersenyum

            Pulang sekolah kami bersama-sama ke toko CD yang ada di pusat pertokoan. Tempat biasa kami membeli CD bersama eouni. Yoon Hyun melihat CD dance, ia pasti merindukan eouni… Aku kasihan pada Yoon Hyun yang selalu di bayangi oleh kenangan bersama eouni. Tapi ia begitu tegar! Mungkin saat aku berada di posisinya aku tak akan sekuat ini.

*Youngmin P.O.V

            Aku mendengar direktur agency kami sedang mencari 2 orang yeoja. Aku teringat surat Yoona_ah. Aku menerobos masuk ke ruangan direktur.
“Ah! Mianhae direktur… Kudengar direktur sedang mencari 2 orang yeoja berbakat. Aku tahu mereka siapa, bisa kah aku merekomendasikan mereka?” tanya ku
“Yongmin_ah~ Kau serius? Aku ingin membuat idol grup yang berkualitas!” jawab direktur
“Ne! Aku jamin! Direktur pasti menyukai mereka!” jawabku
“Kalau begitu bisa kau bawa mereka secepatnya!” perintah direktur
“Ne!” balasku

            Aku bergegas berlari keluar gedung latihan memanggil taxi dan pergi ke kerumah Hye Sun. Aku menekan bel rumahnya. Dan ia keluar, sedikit terkejut melihatku…
“Hye Sun_sii!” panggilku
“Yongmin_sii? Ah! Silakan masuk!” katanya
“Gumawo” jawabku

            Aku duduk di ruang tamu rumahnya, aku melihat fotonya bersama Yoon Hyun dan Yoona. Sepertinya ia mengetahui apa yang ku lihat, ia berkata.
“Itu saat kami memenangkan contest…” jawabnya tersenyum
“Ah! Ya!! Aku butuh bantuanmu!” kataku
“Mwo? Kalau aku bisa membantu aku akan melakukannya” katanya tersenyum
“Bisakah kau besok datang ke agency ku bersama Yoon Hyun_sii? Direktur ingin bertemu dengan kalian!” kataku
“Kenapa direktur ingin menemui kami?” tanya Hye Sun heran
“Aku merekomendasikan kalian untuk bergabung bersama agency kami untuk menjadi idol grup.” jelasku
“Jinja??? Gumawo Youngmin_sii!! Kami ingin sekali debut!” katanya bahagia.
“Tapi bisakah kau merahasiakannya dari Yoon Hyun_sii bahwa aku yang merekomendasikan kalian? Sepertinya ia tidak menyukaiku” kataku
“Tenanglah Yongmin_sii! Akan aku lakukan! Besok aku akan membawanya ke agency kalian… Gumawo!! Jongmal Gumawo!” katanaya
“Ne.. Cheonmaneyo… Aku pulang dulu…” pamitku
“Ne… Annyeong” ia menunduk padaku.

*Yoon Hyun P.O.V

“Ayo!! Cepat!! Kita sudah di tunggu direkturnya!!” kata Hye Sun mendesakku
“Hya!! Kenapa dadakan sih?” tanyaku
“Kesempatan gak datang dua kali Yoon Hyun sayangggg…” katanya
“NE! Aku pasang sepatu dulu!” kataku
“Cepetan!” pekiknya yang sudah di luar rumahku.
“Eouma! Aku pergi dulu!!!” Teriakku pada eouma.

            Kami akan ke agency, Hye Sun bilang direktur agency itu ingin kami di tes pantas atau tidaknya kami menjadi idol grup. Aku tentu saja setuju! Karena ini sudah menjadi ke inginanku. Keinginanku untuk berdiri di atas panggung, walau tanpa eouni. Eouni! Doakan aku agar kami berdua bisa debut…
“Baiklah… Sekarang tunjukkan penampilan kalian!” kata direktur pada kami
“Ne…” jawab kami serempak

            Hye Sun memegang Lend Vokal, jadi semua hampir semua lagu dia menyanyikannya. Sedangkan aku adalah Lend Dance, jadi untuk part dance aku lah mengambil alih. Tampaknya direktur benar-benar terpanah oleh penampilan kami. Syukurlah… Kemungkinan kami untuk debut sudah di depan mata!

“Kalian akan di trainee 2 tahun terakhir! Bagaimana?” tanya direktur
“Benarkah? Setelah itu apa kami bisa debut?” tanya Hye Sun
“Kita lihat perkembangan kalian…” kata direktur
“Baiklah!” jawabku tersenyum
“Asistenku akan mendatangi orang tua kalian untuk meminta persetujuan mereka” katanya kembali.
“Ne.. Gumawoyo direktur!” kata Hye Sun

            Aku tersenyum melihat Hye Sun yang tadi terus memegangi tanganku. Ia melihatku dan memelukku. Kami benar-benar 1 langkah menuju debut!

>>SKIP<<
~2 TAHUN BERLALU SETELAH KEJADIAN ITU~

“Hyun Yoon_sii… Bagaimana kerja keras kalian selama ini sebelum debut?” tanya MC padaku
“Aku dan Hye Sun hanya terus latihan, sebenarnya sebelum di trainee kami sudah sering latihan” jawabku sesuai script
“AH~ Keinginian kalian ingin debut benar-benar besar ya!? Bagaimana menurut kalian tentang berita bahwa Youngmin boyfriend-lah yang merekomendasikan kalian untuk bisa menjadi top idol grup seperti ini?”
“Kami sangat berterima kasih pada Youngmin_sii yang sudah memberikan kami kepercayaan hingga saat ini kami bisa berdiri di sini” jawab Hye Sun
“Berkat dia kesempatan debut yang mungkin tidak bisa kami raih bisa tercapai” lanjutku

            Aku dan Hye Sun sekarang ada di sebuah talk show di salah satu stasiun tv. Dan lihatlah! Kami Top Idol Grup sekarang! Aku sudah tahu bahwa Youngmin lah yang merekomendasikan kami pada direktur. Hubunganku dan Youngmin pun perlahan mulai membaik seiring berjalannya waktu…

            Aku pulang ke rumah, rumah yang sangatku rindukan. Belakangan ini kami selalu di drom… Aku benar-benar rindu dengan rumah ini! Aku membuka kamarku, kamar kesayanganku. Aku melihat kotak putih di atas meja, kotak yang diberikan eouni untukku. Eouni? Apa ini saatnya untuk aku membukanya?

            Aku membuka kotak itu, di dalamnya ada sebuah surat, sepatu yang dulu selalu kuperebutkan dengan eouni, strap hp dengan gambar Ryeowook, member Super Junior yang menjadi inspirasiku, buku diary eouni, dan buku ini… Buku ‘GET YOUR DREAM’! Buku yang selalu ingin ku baca, tapi selalu ada yang menghalangiku untuk membaca buku itu. Ternyata eouni membelikannya untukku. Air mataku mengalir melihat barang-barang kesukaanku di dalam kotak itu. Eouni begitu menyayangiku. Aku membuka surat untukku.
            Aku benar-benar terkejut melihatnya, eouni benar… Ia berkata ‘saat kau membuka ini kau pasti sudah berhasil menggapai impianmu! Jangan tanya kenapa, aku ini kakakkmu! Tentu saja aku tahu!’. Aku hanya tersenyum melihatnya. Setelah selesai membaca surat dari eouni, aku membuka diary eouni…
            ‘Aku selalu membanggakan Yongmin di depan Yoon Hyun agar ia tertarik pada Yongmin! Agar adikku yang tak peka pada perasaan orang lain ini tahu kalau YONGMIN MENCINTAINYA DARI DULU!’ kata itu tertulis di buku diary eouni

“Yongmin_sii?? Mencintaiku? Bukankah ia pacaran dengan eouni??” tanyaku dalam hati

            Aku kembali membaca diary eouni, ‘Aku mengatakan bahwa Yongmin dan aku pacaran pada Yoon Hyun… Niatku agar ia cemburu, tapi sepertinya ia tidak peduli… huft! Dasar adikku ini…’ kata itu juga tertulis di buku harian eouni.
            ‘Aku memang di tindas oleh fans Yongmin, mungkin karena aku terlalu dekat dengan Youngmin. Tapi, walau sudah seperti ini, aku tetap bisa tersenyum. Karena niatku hanya untuk membuat adikku dan Youngmin bersama!’ kata itu juga ada di buku diary

            Aku menangis… Bukan Yongmin_sii yang dicintai eouni, tapi Kwangmin lah yang di cintainya… Ia selalu bersama Youngmin_sii demi aku, bahkan saat ia di tindas ia masih memikirkan aku… Eouni, aku adik mu! Kenapa aku bahkan tak tahu bahwa ini semua demi aku. Aku benar-benar tidak peka! Jongmal mainhaeyo eouni…

* Kwangmin P.O.V

“Kwangmin_sii… bisakah aku bicara denganmu?” tanya Yoon Hyun padaku
“Ne..” aku berdiri mengikutinya kea tap gedung latihan
“Bisakah kau berikan bunga ini untuk eouniku?” tanya Yoon Hyun sambil memberikan buklet bunga padaku
“Mwo?” tanyaku heran
“Eouni pasti senang melihat namja yang di sukainya menaruh bunga kesukaannya di atas makamnya” katanya
“Aku? Apa??” tanyaku meyakinkan
“Kau orang yang di sukai eouniku… Kumohon, buat dia bahagia sekali saja” katanya lagi
“Baiklah…” aku tersenyum dan mengambil buklet itu dari tangannya dan pergi ke makan Yoona.


*Youngmin P.O.V
           
            Kenapa Yoon Hyun ingin berbicara berdua dengan Kwangmin? Ada apa sebenarnya? Tadi ku lihat ia membawa buklet bunga? Ada apa ini??
“Kalau penasaran pergi susul mereka!” kata Hyun Seong padaku
“Ne! Kau harus mengungkapkan persaanmu Yongmin_ah!!” sambung Minwoo
“Kau tak mau Yoon Hyun_sii di ambil Kwangmin yang saudara kembarmu kan?” sambung Jeongmin lagi
“Aish~ kalian ini bicara apa!” kataku

            Ku lihat Minwoo dan Jeongmin tertawa di belakangku. Kali ini aku benar-benar tidak tenang. Aku berlari menaiki tangga menuju atap bangunan. Ku lihat Yoon Hyun hanya sendiri. Aku menghampirinya.
“Mana Kwangmin?” aku mencoba basa-basi padanya
“Ah~ ia ke makam eouni!” katanya sambil tersenyum
            Aish~ aku benar-benar tidak sanggup melihat senyuman Yoon Hyun. Rasanya mukaku memerah! Jantungku berdegup kencang… Aish~ Aku tak bisa mengatakannya! Haruskah ku katakan?
“Yoon Hyun_sii… ehm.. ehm..” aku menggaruk bagian belakang kepalaku

Sial! Dia melihatku… Aku semakin gugup!!!

“ehm.. do you want to BE MY SHINE?” tanyaku padanya. Aku tak berani mendengar jawabanya….
“Are You really for me?” tanyanya kembali padaku
“I am always for you! ONLY 4 YOU” kataku sambil tersenyum

            Ia tersenyum padaku, apa itu jawabannya adalah ‘YA’??? Aku mendekatinya, mencoba meraih tangannya. Gawat! Ku pikir ia akan melepas tanganku dan berteriak ‘HYA! APA YANG KAU LAKUKAN’ seperti dulu. Tapi ia hanya membalas gengamanku, lalu berdiri di sampingku. Yoona_ah! Apa keinginanmu sudah tercapai? Jongmal Gumawoyo Yoona_ah! Demi kami kau sudah banyak berkorban…

~END~

No comments:

Post a Comment