Not In Love
Author : VhiN
Main Cast : Kim Da Hyun
(Ulzzang), Ryeowook (Super Junior)
Other Cast :Taemin (Shinee),
Minwoo (Boyfriend), Eunhyuk (Super Junior)
Rate : PG 13
Genre : Friendship, Life
Length : One Shoot
*Author P.O.V
Pagi hari yang cerah, nyanyian burung-burung memenuhi kamar Kim Da
Hyun. Da Hyun lantas terbangun dari tidurnya yang sepi tanpa seorangpun yang
menemaninya. Appanya telah meninggal, Eouma Da Hyun sibuk dengan pekerjaannya
hingga tidak pulang ke rumah.
Hari ini Da Hyun masuk SMA, dengan kiriman uang dari eoumanya yang
entah dimana, dia kini ia dapat terus bertahan hidup. Hari penyambutan siswa
baru… Da Hyun meraih pakaiannya dan masuk ke kamar mandi.
*Kim Da Hyun
P.O.V
“Aigo~ sudah
jam segini!” gerutuku saat melihat jam tanganku.
Aku mengambil beberapa buku di atas
meja, memasukkan mereka semua ke dalam tasku. Yang tak boleh tertinggal adalah
tablet ke sayanganku! Tempat di mana kehidupan ku dipertaruhkan. Mungkin tidak
masuk akal aku menggantungkan diriku pada sebuah tablet. Tapi berkat tablet ini
aku mendapat beasiswa bersekolah di SMA LED Minima.
“Hei!” tegurku
pada seorang namja yang berada di depanku.
Ia berbalik dan… inilah No Min Woo!
Sahabatku, orang yang ceroboh, aku selalu membantunya memperbaiki kesalahannya.
“Hari pertama
masuk sekolah adalah hari yang menyebalkan! Semua serba asing!” Katanya sambil
mengigit permen lollipop
“Wae? Kok ga
semangat gitu sih? Kau sudah makan?” Tanya Minwoo padaku.
“Sudah.. aku
hanya kurang semangat…” sahutku
“Ne! Ara!! I
want to make your day be happy!” katanya menarik tanganku.
“Kepada
seluruh siswa baru harap berkumpul di ruang olahraga” kata seseorang yang
sepertinya panitia penerimaan siswa baru.
Setelah semua berkumpul di ruang
olahraga, acara penyambutan dimulai. Setelah pidato dari kepala sekolah yang
melelahkan, akhirnya tinggal pidato dari ketua osis. Sayup-sayup suara siswa
yang tadi merasa bosan hilang seketika. Semua mata terpaku pada seorang namja
yang berdiri di hadapan mereka. Dia adalah ketua osis, Lee Taemin.
“Baiklah… akhir kata selamat datang di SMA LED minima” katanya menutup pidatonya.
“Baiklah… akhir kata selamat datang di SMA LED minima” katanya menutup pidatonya.
Setelah ketua Taemin Sunbae selesai.
Seluruh siswa baru melihat mading sekolah untuk melihat dimana kelas kami
nantinya. Dan lagi, aku sekelas dengan si namja ceroboh, Minwoo. Ia tersenyum
dan berjalan bersamaku.
“Annyeonghaseyo…
Eunhyuk imnida, wali kelas kalian. Aku harap kita semua bisa berkerja sama,
mannaseo bagapseumnida” kata Eunhyuk songsengnim
Eunhyuk songsengnim adalah guru seni
kami, kehebatan dancenya aku rasa tak terkalahkan. Ia juga menjadi guru bahasa
prancis kami. Eunhyuk songsengnim begitu humoris, pelajarannya di selingi canda-tawa hingga pelajaran berakhir.
Aku benar-benar penasaran dengan sekolah ini, aku mengajak Minwoo berkeliling.
“Hya! Da Hyun_ah…
kita akan ke mana lagi?” Tanya Minwoo mulai kesal
“Ke perpus.
Ada buku yang ingin ku cari” sahutku.
Sekolah benar-benar sunyi sekarang.
Karena hari ini hanya perkenalan, semua sekarang mungkin sudah berada di
rumahnya. Tapi aku dan Minwoo masih di sekolah. Aku mengikuti urutan buku di
rak, A, B, C, dan… buukkk…. Apa itu? Kaki seseorang! Aku benar-benar terkejut.
“Gwaenchanayo?”
Tanya orang itu padaku.
“Sunbae?!”
pekik Minwoo
“Joesong
hamnida sunbae…” kataku.
“Ah.. annio!
Bukan salahmu… aku yang salah, aku tertidur di sini” katanya sambil tersenyum.
Aku hanya diam melihatnya, aneh…
kenapa Taemin sunbae bisa tertidur di sini? Minwoo hanya diam di belakangku.
“Kamu anak
kelas 1-2?” Tanya Taemin sunbae
“ne..” jawabku
singkat.
“Lee Taemin
imnida” ia memperkenalkan dirinya padaku
“Kim Da Hyun
imnida” balasku.
“Kalian tidak
pulang? Sudah gelap” Tanya Taemin sunbae
“Ah! Kami akan
segera pulang. Sunbae?” Tanya ku
“Jangan
panggil sunbae… panggil Taemin saja” pintanya
“Hya! Yeoja
yang di sana! Kajja! Kita pulang!” kata Minwoo menarik tanganku
“Joesong
hamnida sunbae…” kataku pada Taemin sunbae.
#Esok Harinya
Hari minggu! Saatnya aku bekerja
sambilan. Aku bekerja di sebuah cafe. Berkat aku bekerja di sinilah aku bisa
membeli peralatan elektronik di rumah.
“Eoseo Oseyo
(*selamat datang)” kataku pada tamu yang baru datang
“Da Hyun?”
kata Taemin sunbae
“Taemin
sunbae? Silakan duduk!” kataku
“Aish~ aku
sudah katakan, panggil aku Taemin. Teman-teman sebayamu memanggilku begitu. Ah~
ya… kau kerja di sini?” Tanya Taemin
“Ne… mau pesan
apa?” tanyaku
“Cappuchino!”
katanya sambil tersenyum.
Setelah Taemin pulang, aku tetap
melanjutkan pekerjaanku hingga pukul 15.30. Saatnya pulang, aku melihat seorang
namja yang tak asing, siapa lagi kalau bukan si namja ceroboh.
“Hei! Aku
punya tiket konser solo Ryeowook! Mau ikut?” Tanya Minwoo pada ku
“Boleh”
jawabku.
Konser di mulai pukul 16.00, Dan
kini mulailah konser solo Ryeowook. Ryeowook, mahasiswa berkharisma dan multitalenta.
Wajahnya tampan, pintar, setia kawan, suaranya bagus, dan ramah. Begitu
tanggapan semua orang. Ia juga di sebut Mr. Mystery, karena tidak ada satu
media pun yang tahu siapa keluarganya, di mana ia tinggal, dan siapa orang
tuanya.
*Ryeowook
P.O.V
Setelah konserku selesai, aku mulai
mengemasi barangku. Memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh staff. Kini
sudah pukul 21.30, aku harus bergegas mengambil koperku dan menemui eoumaku. Ia
berkata untuk sementara apartemen yang ia sewa untukku tak dapat ia bayar untuk
bulan ini karena seseorang. Dan sekarang aku berada di belakang eoumaku yang
sedang mengendarai mobil mewah kesayangannya ini. Entah kenapa ia berkata tidak
bisa membayar apartemen ku, sedangkan ia memakai mobil semewah ini.
>>SKIP<<
Kami sampai di sebuah apartemen,
sepertinya lebih kecil dari apartemen ku. Aku benar-benar harus tinggal di
sini?
“Hai Da
Hyun_ah!” pekik eouma saat seorang yeoja keluar dari pintu apartemenya.
“Eouma?”
katanya memandangi eouma.
Apa yang di katakannya? Eouma? Jadi
dia saudara tiriku? Eouma memang menikah dengan appaku, tapi aku tak
tahu dia memiliki seorang anak perempuan. Mungkin karena yeoja ini ia tidak mau
membayarkan apartemenku, atau mungkin ada maksud lain.
“Jadi… Da
Hyun_ah dan Ryeowook_ah tinggal di sini bersama dulu ya! Da Hyun_ah eouma titip
Ryeowook_ah. Eouma ada kerjaan, dan Ryeowook_ah terpaksa eouma titip padamu”
bohong eouma.
“Biar kamu ada
teman…” sahutnya kembali lalu pergi meninggalkan kami berdua yang masih terkejut
dengan tindakan eouma.
Yeoja itu masih memandangi mobil
eouma yang perlahan semakin menjauh. Aku menepuk ringan pundaknya dan berkata.
“Dasar! Halmoni itu! Aku sudah duduk di universitas!
Kenapa harus di titipkan di sini sih! Kayak anak bayi…” keluhku.
Yeoja itu hanya memandangiku
sebentar, sepertinya ia iri padaku. Aku merasa bersalah padanya, dia masih
anak-anak, harusnya ia yang butuh kasih saying dari eouma. Tapi malah aku yang
terus bersama eouma.
Hujan… benar-benar dingin di sini!
Di apartemenku aku bisa menghidupkan penghangat ruangan, tapi di sini tidak
ada. Aku masih di tempat tidur hingga pukul 09.00. Saat keluar kamar aku tak
melihat Da Hyun lagi, sepertinya ia sudah berangkat sekolah. Aku melihat
makanan di atas meja, apa ia yang membuat ini semua? Kelihatannya enak!
* Kim Da Hyun
P.O.V
“Annyeong!”
pekik Minwoo di telingaku
“Annyeong…”
balasku.
“Siap belajar
dengan Eunhyuk songsengnim? Hahaha” guraunya padaku.
“Memang ada
yang salah?” kata seseorang di belakang kami
“Songsengnim!” pekik Minwoo lagi.
“Songsengnim!” pekik Minwoo lagi.
Aku hanya tersenyum melihat ke
akraban songsenim dan Minwoo. Hari ini hari pertama belajar. Eunhyuk songsenim
membuat seisi kelas tertawa dengan caranya mengajar. Hingga waktunya istirahat.
“Hya! Kau
kenapa? Dari tadi seperti memikirkan sesuatu. Mikirin aku ya?” gurau Minwoo
“Ga!
Minwoo_ah, kau tahu Ryeowook yang di konser kemarin itu kan?” tanyaku
meyakinkan
“Ne.. Wae?”
Tanya Minwoo heran
“Dia sekarang
di rumahku” bisik ku padanya
“WHAT!!! RYEOWOOK!!” teriak Minwoo
“WHAT!!! RYEOWOOK!!” teriak Minwoo
“sttt….” Aku
menyuruh alan untuk diam.
Dengan spontan yeoja-yeoja fans
Ryeowook berdatangan mendekati kami.
“Minwoo_ah,
mwoyo? Tadi kau menyebut nama Ryeowook_sii, apa yang terjadi?” Tanya salah satu
yeoja
“Eoptta!”
kataku
“Hya! Da
Hyun_ah! Aku gak tanya kamu!” katanya sinis
“Eoptta! Aku
hanya dengar Ryeowook sedang liburan ke New York” kata Minwoo berbohong
“Jinja? Aku
harus cari tahu!” kata yeoja itu lalu meninggalkan kami.
Setelah yeoja-yeoja itu pergi,
Minwoo berbalik dan menghadapku dengan muka serius.
“Yang benar?
Ryeowook di rumahmu!?”
“Ne… dia kakak
tiriku. Eouma membawanya kemarin malam, dan menyuruhku untuk tinggal
bersamanya.” Jelasku
“Ga percaya”
katanya sinis padaku.
“Aku gak
memaksamu untuk percaya Minwoo_ah, kau tinggal datang ke apartemenku dan
membuktikannya” kataku.
Akhirnya sekolah selesai juga! Aku
bersiap untuk bekerja sambilan. Hujan masih saja membasahi tanah, tapi aku tak
menyerah, aku membuka payungku dan berlari ke halte bis. Hari yang melelahkan,
sudah jam 21.00, sepulang bekerja aku membeli beberapa bahan makanan di
supermarket di dekat apartemenku. Di tengah jalan aku bertemu Minwoo, ia masih
tak percaya padaku. Dan ia ingin melihat Ryeowook dengan mata kepalanya
sendiri.
“Aku pulang…”
kataku
“Annyeong Da
Hyun_ah! Mwo? Nuguya?” tanya Ryeowook saat melihat Minwoo
“Temanku,
Minwoo” kataku singkat.
“Annio! Namja
gak boleh datang malam-malam ke rumah yeoja! Pulang sana!” kata Ryeowook
mengusir Minwoo
“Hya! Aku yang
membawanya ke sini! Jangan usir dia pabo~” bentakku pada Ryeowook
“Da Hyun_ah…
sudahlah! Aku akan pulang. Kau benar! Aku pulang dulu” kata Minwoo pamit
Aku benar-benar kesal pada Ryeowook
yang seenaknya saja mengusir Minwoo. Aku masuk ke dapur tanpa melihatnya.
Membereskan makan yang tadiku beli, dan mencuci beberapa piring. Aku juga mulai
memasak. Ryeowook duduk sambil melihatku, dan berkata.
“Tadi pagi kau
yang buat?” tanya Ryeowook
“Ne” jawabku
singkat
“Buatkan aku
lagi ya? ” pintanya
“Aku bukan
pembantumu. Bikin saja sendiri! Ku dengar kau hebat memasak” jawabku
“Ayolah…
jebal….” Pujuknya.
Entah kenapa aku tak bisa membiarkan
Ryeowook kelaparan seperti aku dulu. Akhirnya aku membuatkan makanan itu lagi.
Ia benar-benar bangun pagi kali ini, setelah mandi dan berpakaian, ia duduk di
hadapanku dan makan bersamaku. Dia melihatku dengan mata berbinar. Gawat!
Perasaanku tak enak.
“Da Hyun_ah!
Bisakah kau membuatkan bekal untukku?” pintanya
“Aku bukan
pembantumu!” kataku cuek
“Ayolah… ntar
aku maintain tanda tangan Yesung dan Kyuhyun deh!” kata Ryeowook
“Annio!”
tolakku
“Jebal…”
Ryeowook memasang muka sedih di hadapanku.
*Ryeowook
P.O.V
Hari ini tetap seperti biasa aku
bangun ke siangan, Da Hyun pasti sudah pergi sekolah. Aku melihat sebuah kotak
bekal di atas meja. Aku hanya melihatnya, apa ini untukku? Ah! Biarlah! Akan
kubawa ini ke kekampus, toh Da Hyun tak membuatkan sarapan untukku.
“Hya!! Dari
tadi kau senyum-senyum! Waeyo?” tanya Kyuhyun padaku
“Jatuh Cinta
nih?” sahut Sungmin
“MWO??
Ryeowook_ah!! Changiaaaaa… kau sudah punya pacar!?” teriak Eunhyuk
“Hya! Diam lah
Eunhyuk_ah!” kataku menghentikan teriakkannya.
Ini dia, member heboh, Eunhyuk… Ku
dengar ia mengajar di SMA ternama, Kepala Sekolah itu ku dengar sangan menyukai
Eunhyuk, jadi dengan mudah ia bisa bekerja di sekolah itu. Kami berkumpul di
kantin.
“Kau pesan apa
Ryeowook_ah?” tanya Yesung padaku
“Aku bawa
bekal…” sahutku
“Mwo?? Siapa
yang buat?” tanya mereka serempak
“Adikku…”
balas ku acuh
“Mwo?? Kau
punya adik? Namja? Yeoja? Sekolah di mana?” tanya Eunhyuk penasaran
“Aish! Banyak
tanya! Adik tiri! YEOJA! Sekolah yang sama denganmu!” jawabku
“MWO!?” teriak
mereka serempak lagi
“Aigo~ kalian
bisa tenang tidak!” keluhku
“Kelas
berapa?” tanya Eunhyuk lagi
“1-2” jawabku
singkat.
“MWO? Itu aku
wali kelasnya!? Nugu??” tanya Eunhyuk penasaran
“Aish~ kau ini!!! Da Hyun! KIM DA HYUN!” pekik ku di telinganya
“Aish~ kau ini!!! Da Hyun! KIM DA HYUN!” pekik ku di telinganya
“AH!? KIM DA
HYUN!? Aigo! Aku tak percaya” sahutnya
“Kau ini! Kau
yang tanya padaku, setelah ku jawab kau bilang tak percaya… sesukamu sajalah!”
kesalku.
* Kim Da Hyun P.O.V
Hari
minggu, waktunya bekerja. Tumben hari ini Ryeowook bangun pagi. Aku membereskan
piring dan mengambil task u.
“Aku pergi dulu” pamitku padanya
“Mau kemana? Hari ini hari minggu!”
tanya Ryeowook
“Kerja…” kata ku
“Kerja apa? Aku ikut!” katanya
Aku
hanya diam, tapi dia benar-benar mengikutiku! Bukannya membantuku, ia malah
asik mendengarkan lagu di iphone ke sayangannya.
“Hei! Aku tak pernah mendengarmu
memanggil Oppa padaku! Ayo panggil Oppa!” katanya padaku
“Ga” jawabku singkat
“Waeyo?” tanya Ryeowook dengan nada
sedih
“Eoppseo…” balasku.
>>SKIP<<
3
Hari kemudian Ryeowook berkata padaku bahwa ia akan pulang terlambat. Aku hanya
mengangguk pelan. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 22.00. Handphone ku
berdering.
Nama Ryeowook tertulis di layarnya.
“Yeoboseyo?” kataku.
“Yeoboseo?! Da Hyun_ah! Cepat kau ke
rumah sakit sekarang!” kata orang itu
“Mwoyo?? Yeoboseyo? Yeoboseyo?” kataku
yang masih terkejut.
Sial!
Sambungannya sudah di matikan! Aku meraih tasku dan berlari ke rumah sakit. Aku
benar-benar cemas! Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ryeowook? Dia tak akan
meninggal secepat ini kan?
“Songsenim!! Di mana Ryeowook_ah?”
tanyaku saat meraih tangan Eunhyuk songsenim
“Ia sedang di operasi” katanya
“Ia
kenapa?” tanyaku
“Kau tak tahu? Ia itu punya penyakit
komplikasi ginjal” katanya.
Tiba-tiba
dokter keluar dengan tersenyum melihat kami semua.
“Gwaenchanayo… ia akan di pindahkan ke
ruang perawatan” jelasnya
“Syukurlah Da Hyun_ah” kata Eunhyuk
songsenim
“Ne…” jawabku lemas.
Aku
merawat Ryeowook yang masih belum sadar. Wajahnya begitu pucat, sempat terpikir
oleh ku, kenapa aku berlari mengejar dia? Bukankan ia telah merebut eouma
dariku? Tapi kenapa aku masih baik padanya?
“Pulanglah dulu… aku akan menjaganya”
kata Eunhyuk songsenim padaku
“Ne…” jawabku lalu menunduk dan pulang
ke rumah.
>>SKIP<<
Pagi
tanpa Ryeowook… Entah kenapa rumah ini jadi sepi. Padahal dulu aku juga hidup
sendiri. Aku berjalan menuju sekolah. Tiba-tiba seseorang menepuk punggungku
pelan. Aku melihatnya, ia Taemin Sunbae.
“Da Hyun_ah… Bisakah pulang sekolah
nanti kau menemuiku?” tanya Temin
“Baiklah…” kataku tersenyum padanya.
“Baiklah…” kataku tersenyum padanya.
“Gumawo! Tunggu aku ya!” katanya sambil
berlari menuju kelasnya.
“Annyeong!” kata Minwoo padaku
“Annyeong…” balasku.
Pulang
sekolah, aku menunggu Taemin Sunbae di taman sekolah. Ia berlari menemuiku.
Rambut merahnya bersinar saat terkena pancaran sinar matahari.
“Mianhae… aku terlambat!” katanya padaku
“Gwaenchanayo sunbae…” jawabku
“Kau masih saja memanggilku sunbae”
katanya, aku hanya tersenyum
“Ada apa sunbae memanggilku ke sini?”
tanyaku
“Aku butuh bantuanmu!” katanya
“Kau tahu artinya cinta?” sambungnya
“Cinta? Cinta adalah rasa kasih sayang
yang tulus dari seseorang pada orang lain tanpa pamrih.” Jawabku
“Ah~! Kalau begitu perasaanku benar!”
katanya
“Mwo?” tanyaku heran
“Saranghae Da Hyun_ah” katanya padaku.
Aku
hanya diam melihatnya membawa sebuah bunga padaku. Benarkah sunbae menyukaiku?
Kenapa denganku? Bukankah ia popular di kalangan yeoja-yeoja yang lebih cantik
dariku?
“Mianhae sunbae… Aku bukan yang terbaik
untukmu” jawabku
“Kenapa kau berkata seperti itu?” tanya
sunbae
“Aku hanya merasa aku tak pantas untukmu
yang begitu bersinar. Mianhae sunbae… aku harus pergi!” kataku mengambil tasku
lalu pergi.
“Hya! Ku antar sampai rumah sakit!” kata
Minwoo di depan gerbang sekolah.
“Gumawo Minwoo_ah” kataku
>>SKIP<<
Kami
sampai di rumah sakit. Aku sudah membawa bekal untuk Ryeowook. Minwoo juga
mengikutiku, ia bilang ingin melihat keadaan Ryeowook. Aku membuka pintu
kamarnya. Kulihat ada seorang Yeoja yang duduk di samping Ryeowook.
“Da Hyun_ah! Kau bawa apa?” tanya
Ryeowook saat aku mengeluarkan kotak bekal
“Untuk oppa…” jawabku
“MWO?! OPPA!!” teriaknya
“Ryeowook_sii, aku pulang dulu. Semoga
cepat sembuh!” kata yeoja itu lalu pergi.
“Ehm… jadi aku sudah di anggap oppamu?”
tanya Ryeowook
“Da Hyun_ah… aku pulang dulu!
Ryeowook_sii cepat sembuh! Aku permisi dulu” kata Minwoo
Aku
melihat Minwoo pergi, suaranya begitu lemas saat mengatakan kalimat terakhir.
Ada apa dengannya?
“Kejar dia!” kata Ryeowook
Aku
berpikir sejenak dan berlari menyusul Minwoo. Minwoo mengiring sepedanya,
berjalan lurus.
“MINWOO_AH!!!” teriakku
Ia
berbalik dan aku memeluknya.
“Saranghae minwoo_ah” kataku
“MWO?” tanyanya heran
“Kau tak mengerti maksudku?” kataku
padanya
“Kau serius? Jinja?” tanya Minwoo heran
“AISH~ aku tak mau mengulangnya!” kataku
berbalik membelakanginya
“Hahaha… Da Hyun_ah! Saranghae…” katanya
tersenyum.
*Ryeowook P.O.V
Aku
melihat Da Hyun memeluk minwoo. Aku rasa eouma menyuruhku untuk tinggal bersama
Da Hyun agar aku bisa memilihkan namja terbaik untuk adikku ini. Aku senang
melihatnya bersama Minwoo. Minwoo begitu baik pada Da Hyun. Ku rasa eouma juga
ingin memperkenalkanku pada adik tiriku yang pekerja keras ini!
Tuhan…
lingungi adikku! Buatlah ia menjadi yeoja yang akan kumiliki selamanya sebagai
adikku…
~END~

No comments:
Post a Comment