Search This Blog

Sunday, October 7, 2012

[FF : One Shoot] NOT In Love



Not In Love
Author : VhiN
Main Cast : Kim Da Hyun (Ulzzang), Ryeowook (Super Junior)
Other Cast :Taemin (Shinee), Minwoo (Boyfriend), Eunhyuk (Super Junior)
Rate : PG 13
Genre : Friendship,  Life
Length : One Shoot

*Author P.O.V

Pagi hari yang cerah, nyanyian burung-burung memenuhi kamar Kim Da Hyun. Da Hyun lantas terbangun dari tidurnya yang sepi tanpa seorangpun yang menemaninya. Appanya telah meninggal, Eouma Da Hyun sibuk dengan pekerjaannya hingga tidak pulang ke rumah.
Hari ini Da Hyun masuk SMA, dengan kiriman uang dari eoumanya yang entah dimana, dia kini ia dapat terus bertahan hidup. Hari penyambutan siswa baru… Da Hyun meraih pakaiannya dan masuk ke kamar mandi.

*Kim Da Hyun P.O.V

“Aigo~ sudah jam segini!” gerutuku saat melihat jam tanganku.
            Aku mengambil beberapa buku di atas meja, memasukkan mereka semua ke dalam tasku. Yang tak boleh tertinggal adalah tablet ke sayanganku! Tempat di mana kehidupan ku dipertaruhkan. Mungkin tidak masuk akal aku menggantungkan diriku pada sebuah tablet. Tapi berkat tablet ini aku mendapat beasiswa bersekolah di SMA LED Minima.
“Hei!” tegurku pada seorang namja yang berada di depanku.
            Ia berbalik dan… inilah No Min Woo! Sahabatku, orang yang ceroboh, aku selalu membantunya memperbaiki kesalahannya.
“Hari pertama masuk sekolah adalah hari yang menyebalkan! Semua serba asing!” Katanya sambil mengigit permen lollipop
“Wae? Kok ga semangat gitu sih? Kau sudah makan?” Tanya Minwoo padaku.
“Sudah.. aku hanya kurang semangat…” sahutku
“Ne! Ara!! I want to make your day be happy!” katanya menarik tanganku.
“Kepada seluruh siswa baru harap berkumpul di ruang olahraga” kata seseorang yang sepertinya panitia penerimaan siswa baru.
           
            Setelah semua berkumpul di ruang olahraga, acara penyambutan dimulai. Setelah pidato dari kepala sekolah yang melelahkan, akhirnya tinggal pidato dari ketua osis. Sayup-sayup suara siswa yang tadi merasa bosan hilang seketika. Semua mata terpaku pada seorang namja yang berdiri di hadapan mereka. Dia adalah ketua osis, Lee Taemin.
“Baiklah… akhir kata selamat datang di SMA LED minima” katanya menutup pidatonya.

            Setelah ketua Taemin Sunbae selesai. Seluruh siswa baru melihat mading sekolah untuk melihat dimana kelas kami nantinya. Dan lagi, aku sekelas dengan si namja ceroboh, Minwoo. Ia tersenyum dan berjalan bersamaku.

“Annyeonghaseyo… Eunhyuk imnida, wali kelas kalian. Aku harap kita semua bisa berkerja sama, mannaseo bagapseumnida” kata Eunhyuk songsengnim

            Eunhyuk songsengnim adalah guru seni kami, kehebatan dancenya aku rasa tak terkalahkan. Ia juga menjadi guru bahasa prancis kami. Eunhyuk songsengnim begitu humoris, pelajarannya  di selingi canda-tawa hingga pelajaran berakhir. Aku benar-benar penasaran dengan sekolah ini, aku mengajak Minwoo berkeliling.
“Hya! Da Hyun_ah… kita akan ke mana lagi?” Tanya Minwoo mulai kesal
“Ke perpus. Ada buku yang ingin ku cari” sahutku.

            Sekolah benar-benar sunyi sekarang. Karena hari ini hanya perkenalan, semua sekarang mungkin sudah berada di rumahnya. Tapi aku dan Minwoo masih di sekolah. Aku mengikuti urutan buku di rak, A, B, C, dan… buukkk…. Apa itu? Kaki seseorang! Aku benar-benar terkejut.
“Gwaenchanayo?” Tanya orang itu padaku.
“Sunbae?!” pekik Minwoo
“Joesong hamnida sunbae…” kataku.
“Ah.. annio! Bukan salahmu… aku yang salah, aku tertidur di sini” katanya sambil tersenyum.

            Aku hanya diam melihatnya, aneh… kenapa Taemin sunbae bisa tertidur di sini? Minwoo hanya diam di belakangku.
“Kamu anak kelas 1-2?” Tanya Taemin sunbae
“ne..” jawabku singkat.
“Lee Taemin imnida” ia memperkenalkan dirinya padaku
“Kim Da Hyun imnida” balasku.
“Kalian tidak pulang? Sudah gelap” Tanya Taemin sunbae
“Ah! Kami akan segera pulang. Sunbae?” Tanya ku
“Jangan panggil sunbae… panggil Taemin saja” pintanya
“Hya! Yeoja yang di sana! Kajja! Kita pulang!” kata Minwoo menarik tanganku
“Joesong hamnida sunbae…” kataku pada Taemin sunbae.

#Esok Harinya

            Hari minggu! Saatnya aku bekerja sambilan. Aku bekerja di sebuah cafe. Berkat aku bekerja di sinilah aku bisa membeli peralatan elektronik di rumah.
“Eoseo Oseyo (*selamat datang)” kataku pada tamu yang baru datang
“Da Hyun?” kata Taemin sunbae
“Taemin sunbae? Silakan duduk!” kataku
“Aish~ aku sudah katakan, panggil aku Taemin. Teman-teman sebayamu memanggilku begitu. Ah~ ya… kau kerja di sini?” Tanya Taemin
“Ne… mau pesan apa?” tanyaku
“Cappuchino!” katanya sambil tersenyum.

            Setelah Taemin pulang, aku tetap melanjutkan pekerjaanku hingga pukul 15.30. Saatnya pulang, aku melihat seorang namja yang tak asing, siapa lagi kalau bukan si namja ceroboh.
“Hei! Aku punya tiket konser solo Ryeowook! Mau ikut?” Tanya Minwoo pada ku
“Boleh” jawabku.

            Konser di mulai pukul 16.00, Dan kini mulailah konser solo Ryeowook. Ryeowook, mahasiswa berkharisma dan multitalenta. Wajahnya tampan, pintar, setia kawan, suaranya bagus, dan ramah. Begitu tanggapan semua orang. Ia juga di sebut Mr. Mystery, karena tidak ada satu media pun yang tahu siapa keluarganya, di mana ia tinggal, dan siapa orang tuanya.

*Ryeowook P.O.V

            Setelah konserku selesai, aku mulai mengemasi barangku. Memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh staff. Kini sudah pukul 21.30, aku harus bergegas mengambil koperku dan menemui eoumaku. Ia berkata untuk sementara apartemen yang ia sewa untukku tak dapat ia bayar untuk bulan ini karena seseorang. Dan sekarang aku berada di belakang eoumaku yang sedang mengendarai mobil mewah kesayangannya ini. Entah kenapa ia berkata tidak bisa membayar apartemen ku, sedangkan ia memakai mobil semewah ini.

>>SKIP<<

            Kami sampai di sebuah apartemen, sepertinya lebih kecil dari apartemen ku. Aku benar-benar harus tinggal di sini?
“Hai Da Hyun_ah!” pekik eouma saat seorang yeoja keluar dari pintu apartemenya.
“Eouma?” katanya memandangi eouma.

            Apa yang di katakannya? Eouma? Jadi dia saudara tiriku? Eouma memang menikah dengan appaku, tapi aku tak tahu dia memiliki seorang anak perempuan. Mungkin karena yeoja ini ia tidak mau membayarkan apartemenku, atau mungkin ada maksud lain.

“Jadi… Da Hyun_ah dan Ryeowook_ah tinggal di sini bersama dulu ya! Da Hyun_ah eouma titip Ryeowook_ah. Eouma ada kerjaan, dan Ryeowook_ah terpaksa eouma titip padamu” bohong eouma.
“Biar kamu ada teman…” sahutnya kembali lalu pergi meninggalkan kami berdua yang masih terkejut dengan tindakan eouma.

            Yeoja itu masih memandangi mobil eouma yang perlahan semakin menjauh. Aku menepuk ringan pundaknya dan berkata.
“Dasar!  Halmoni itu! Aku sudah duduk di universitas! Kenapa harus di titipkan di sini sih! Kayak anak bayi…” keluhku.

            Yeoja itu hanya memandangiku sebentar, sepertinya ia iri padaku. Aku merasa bersalah padanya, dia masih anak-anak, harusnya ia yang butuh kasih saying dari eouma. Tapi malah aku yang terus bersama eouma.

            Hujan… benar-benar dingin di sini! Di apartemenku aku bisa menghidupkan penghangat ruangan, tapi di sini tidak ada. Aku masih di tempat tidur hingga pukul 09.00. Saat keluar kamar aku tak melihat Da Hyun lagi, sepertinya ia sudah berangkat sekolah. Aku melihat makanan di atas meja, apa ia yang membuat ini semua? Kelihatannya enak!


* Kim Da Hyun P.O.V

“Annyeong!” pekik Minwoo di telingaku
“Annyeong…” balasku.
“Siap belajar dengan Eunhyuk songsengnim? Hahaha” guraunya padaku.
“Memang ada yang salah?” kata seseorang di belakang kami
“Songsengnim!” pekik Minwoo lagi.

            Aku hanya tersenyum melihat ke akraban songsenim dan Minwoo. Hari ini hari pertama belajar. Eunhyuk songsenim membuat seisi kelas tertawa dengan caranya mengajar. Hingga waktunya istirahat.
“Hya! Kau kenapa? Dari tadi seperti memikirkan sesuatu. Mikirin aku ya?” gurau Minwoo
“Ga! Minwoo_ah, kau tahu Ryeowook yang di konser kemarin itu kan?” tanyaku meyakinkan
“Ne.. Wae?” Tanya Minwoo heran
“Dia sekarang di rumahku” bisik ku padanya
“WHAT!!! RYEOWOOK!!” teriak Minwoo
“sttt….” Aku menyuruh alan untuk diam.

            Dengan spontan yeoja-yeoja fans Ryeowook berdatangan mendekati kami.
“Minwoo_ah, mwoyo? Tadi kau menyebut nama Ryeowook_sii, apa yang terjadi?” Tanya salah satu yeoja
“Eoptta!” kataku
“Hya! Da Hyun_ah! Aku gak tanya kamu!” katanya sinis
“Eoptta! Aku hanya dengar Ryeowook sedang liburan ke New York” kata Minwoo berbohong
“Jinja? Aku harus cari tahu!” kata yeoja itu lalu meninggalkan kami.

            Setelah yeoja-yeoja itu pergi, Minwoo berbalik dan menghadapku dengan muka serius.
“Yang benar? Ryeowook di rumahmu!?”
“Ne… dia kakak tiriku. Eouma membawanya kemarin malam, dan menyuruhku untuk tinggal bersamanya.” Jelasku
“Ga percaya” katanya sinis padaku.
“Aku gak memaksamu untuk percaya Minwoo_ah, kau tinggal datang ke apartemenku dan membuktikannya” kataku.

            Akhirnya sekolah selesai juga! Aku bersiap untuk bekerja sambilan. Hujan masih saja membasahi tanah, tapi aku tak menyerah, aku membuka payungku dan berlari ke halte bis. Hari yang melelahkan, sudah jam 21.00, sepulang bekerja aku membeli beberapa bahan makanan di supermarket di dekat apartemenku. Di tengah jalan aku bertemu Minwoo, ia masih tak percaya padaku. Dan ia ingin melihat Ryeowook dengan mata kepalanya sendiri.

“Aku pulang…” kataku
“Annyeong Da Hyun_ah! Mwo? Nuguya?” tanya Ryeowook saat melihat Minwoo
“Temanku, Minwoo” kataku singkat.
“Annio! Namja gak boleh datang malam-malam ke rumah yeoja! Pulang sana!” kata Ryeowook mengusir Minwoo
“Hya! Aku yang membawanya ke sini! Jangan usir dia pabo~” bentakku pada Ryeowook
“Da Hyun_ah… sudahlah! Aku akan pulang. Kau benar! Aku pulang dulu” kata Minwoo pamit

            Aku benar-benar kesal pada Ryeowook yang seenaknya saja mengusir Minwoo. Aku masuk ke dapur tanpa melihatnya. Membereskan makan yang tadiku beli, dan mencuci beberapa piring. Aku juga mulai memasak. Ryeowook duduk sambil melihatku, dan berkata.
“Tadi pagi kau yang buat?” tanya Ryeowook
“Ne” jawabku singkat
“Buatkan aku lagi ya? ” pintanya
“Aku bukan pembantumu. Bikin saja sendiri! Ku dengar kau hebat memasak” jawabku
“Ayolah… jebal….” Pujuknya.

            Entah kenapa aku tak bisa membiarkan Ryeowook kelaparan seperti aku dulu. Akhirnya aku membuatkan makanan itu lagi. Ia benar-benar bangun pagi kali ini, setelah mandi dan berpakaian, ia duduk di hadapanku dan makan bersamaku. Dia melihatku dengan mata berbinar. Gawat! Perasaanku tak enak.

“Da Hyun_ah! Bisakah kau membuatkan bekal untukku?” pintanya
“Aku bukan pembantumu!” kataku cuek
“Ayolah… ntar aku maintain tanda tangan Yesung dan Kyuhyun deh!” kata Ryeowook
“Annio!” tolakku
“Jebal…” Ryeowook memasang muka sedih di hadapanku.

*Ryeowook P.O.V

            Hari ini tetap seperti biasa aku bangun ke siangan, Da Hyun pasti sudah pergi sekolah. Aku melihat sebuah kotak bekal di atas meja. Aku hanya melihatnya, apa ini untukku? Ah! Biarlah! Akan kubawa ini ke kekampus, toh Da Hyun tak membuatkan sarapan untukku.
“Hya!! Dari tadi kau senyum-senyum! Waeyo?” tanya Kyuhyun padaku
“Jatuh Cinta nih?” sahut Sungmin
“MWO?? Ryeowook_ah!! Changiaaaaa… kau sudah punya pacar!?” teriak Eunhyuk
“Hya! Diam lah Eunhyuk_ah!” kataku menghentikan teriakkannya.

            Ini dia, member heboh, Eunhyuk… Ku dengar ia mengajar di SMA ternama, Kepala Sekolah itu ku dengar sangan menyukai Eunhyuk, jadi dengan mudah ia bisa bekerja di sekolah itu. Kami berkumpul di kantin.
“Kau pesan apa Ryeowook_ah?” tanya Yesung padaku
“Aku bawa bekal…” sahutku
“Mwo?? Siapa yang buat?” tanya mereka serempak
“Adikku…” balas ku acuh
“Mwo?? Kau punya adik? Namja? Yeoja? Sekolah di mana?” tanya Eunhyuk penasaran
“Aish! Banyak tanya! Adik tiri! YEOJA! Sekolah yang sama denganmu!” jawabku
“MWO!?” teriak mereka serempak lagi
“Aigo~ kalian bisa tenang tidak!” keluhku
“Kelas berapa?” tanya Eunhyuk lagi
“1-2” jawabku singkat.
“MWO? Itu aku wali kelasnya!? Nugu??” tanya Eunhyuk penasaran
“Aish~ kau ini!!! Da Hyun! KIM DA HYUN!” pekik ku di telinganya
“AH!? KIM DA HYUN!? Aigo! Aku tak percaya” sahutnya
“Kau ini! Kau yang tanya padaku, setelah ku jawab kau bilang tak percaya… sesukamu sajalah!” kesalku.

* Kim Da Hyun P.O.V

            Hari minggu, waktunya bekerja. Tumben hari ini Ryeowook bangun pagi. Aku membereskan piring dan mengambil task u.
“Aku pergi dulu” pamitku padanya
“Mau kemana? Hari ini hari minggu!” tanya Ryeowook
“Kerja…” kata ku
“Kerja apa? Aku ikut!” katanya
            Aku hanya diam, tapi dia benar-benar mengikutiku! Bukannya membantuku, ia malah asik mendengarkan lagu di iphone ke sayangannya.
“Hei! Aku tak pernah mendengarmu memanggil Oppa padaku! Ayo panggil Oppa!” katanya padaku
“Ga” jawabku singkat
“Waeyo?” tanya Ryeowook dengan nada sedih
“Eoppseo…” balasku.

>>SKIP<<

            3 Hari kemudian Ryeowook berkata padaku bahwa ia akan pulang terlambat. Aku hanya mengangguk pelan. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 22.00. Handphone ku berdering.
Nama Ryeowook tertulis di layarnya.
“Yeoboseyo?” kataku.
“Yeoboseo?! Da Hyun_ah! Cepat kau ke rumah sakit sekarang!” kata orang itu
“Mwoyo?? Yeoboseyo? Yeoboseyo?” kataku yang masih terkejut.

            Sial! Sambungannya sudah di matikan! Aku meraih tasku dan berlari ke rumah sakit. Aku benar-benar cemas! Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ryeowook? Dia tak akan meninggal secepat ini kan?
“Songsenim!! Di mana Ryeowook_ah?” tanyaku saat meraih tangan Eunhyuk songsenim
“Ia sedang di operasi” katanya
“Ia  kenapa?” tanyaku
“Kau tak tahu? Ia itu punya penyakit komplikasi ginjal” katanya.
            Tiba-tiba dokter keluar dengan tersenyum melihat kami semua.
“Gwaenchanayo… ia akan di pindahkan ke ruang perawatan” jelasnya
“Syukurlah Da Hyun_ah” kata Eunhyuk songsenim
“Ne…” jawabku lemas.

            Aku merawat Ryeowook yang masih belum sadar. Wajahnya begitu pucat, sempat terpikir oleh ku, kenapa aku berlari mengejar dia? Bukankan ia telah merebut eouma dariku? Tapi kenapa aku masih baik padanya?
“Pulanglah dulu… aku akan menjaganya” kata Eunhyuk songsenim padaku
“Ne…” jawabku lalu menunduk dan pulang ke rumah.

>>SKIP<<

            Pagi tanpa Ryeowook… Entah kenapa rumah ini jadi sepi. Padahal dulu aku juga hidup sendiri. Aku berjalan menuju sekolah. Tiba-tiba seseorang menepuk punggungku pelan. Aku melihatnya, ia Taemin Sunbae.
“Da Hyun_ah… Bisakah pulang sekolah nanti kau menemuiku?” tanya Temin
“Baiklah…” kataku tersenyum padanya.
“Gumawo! Tunggu aku ya!” katanya sambil berlari menuju kelasnya.
“Annyeong!” kata Minwoo padaku
“Annyeong…” balasku.

            Pulang sekolah, aku menunggu Taemin Sunbae di taman sekolah. Ia berlari menemuiku. Rambut merahnya bersinar saat terkena pancaran sinar matahari.
“Mianhae… aku terlambat!” katanya padaku
“Gwaenchanayo sunbae…” jawabku
“Kau masih saja memanggilku sunbae” katanya, aku hanya tersenyum
“Ada apa sunbae memanggilku ke sini?” tanyaku
“Aku butuh bantuanmu!” katanya
“Kau tahu artinya cinta?” sambungnya
“Cinta? Cinta adalah rasa kasih sayang yang tulus dari seseorang pada orang lain tanpa pamrih.” Jawabku
“Ah~! Kalau begitu perasaanku benar!” katanya
“Mwo?” tanyaku heran
“Saranghae Da Hyun_ah” katanya padaku.
            Aku hanya diam melihatnya membawa sebuah bunga padaku. Benarkah sunbae menyukaiku? Kenapa denganku? Bukankah ia popular di kalangan yeoja-yeoja yang lebih cantik dariku?
“Mianhae sunbae… Aku bukan yang terbaik untukmu” jawabku
“Kenapa kau berkata seperti itu?” tanya sunbae
“Aku hanya merasa aku tak pantas untukmu yang begitu bersinar. Mianhae sunbae… aku harus pergi!” kataku mengambil tasku lalu pergi.
“Hya! Ku antar sampai rumah sakit!” kata Minwoo di depan gerbang sekolah.
“Gumawo Minwoo_ah” kataku

>>SKIP<<

            Kami sampai di rumah sakit. Aku sudah membawa bekal untuk Ryeowook. Minwoo juga mengikutiku, ia bilang ingin melihat keadaan Ryeowook. Aku membuka pintu kamarnya. Kulihat ada seorang Yeoja yang duduk di samping Ryeowook.
“Da Hyun_ah! Kau bawa apa?” tanya Ryeowook saat aku mengeluarkan kotak bekal
“Untuk oppa…” jawabku
“MWO?! OPPA!!” teriaknya
“Ryeowook_sii, aku pulang dulu. Semoga cepat sembuh!” kata yeoja itu lalu pergi.
“Ehm… jadi aku sudah di anggap oppamu?” tanya Ryeowook
“Da Hyun_ah… aku pulang dulu! Ryeowook_sii cepat sembuh! Aku permisi dulu” kata Minwoo
            Aku melihat Minwoo pergi, suaranya begitu lemas saat mengatakan kalimat terakhir. Ada apa dengannya?
“Kejar dia!” kata Ryeowook
            Aku berpikir sejenak dan berlari menyusul Minwoo. Minwoo mengiring sepedanya, berjalan lurus.
“MINWOO_AH!!!” teriakku
            Ia berbalik dan aku memeluknya.
“Saranghae minwoo_ah” kataku
“MWO?” tanyanya heran
“Kau tak mengerti maksudku?” kataku padanya
“Kau serius? Jinja?” tanya Minwoo heran
“AISH~ aku tak mau mengulangnya!” kataku berbalik membelakanginya
“Hahaha… Da Hyun_ah! Saranghae…” katanya tersenyum.

*Ryeowook P.O.V

            Aku melihat Da Hyun memeluk minwoo. Aku rasa eouma menyuruhku untuk tinggal bersama Da Hyun agar aku bisa memilihkan namja terbaik untuk adikku ini. Aku senang melihatnya bersama Minwoo. Minwoo begitu baik pada Da Hyun. Ku rasa eouma juga ingin memperkenalkanku pada adik tiriku yang pekerja keras ini!
            Tuhan… lingungi adikku! Buatlah ia menjadi yeoja yang akan kumiliki selamanya sebagai adikku…


~END~

No comments:

Post a Comment